Lesson in High School

Halo Winners🙂

Hari ini saya ingin berbagi cerita kepada kalian semua.

 

Hari itu adalah tahun ajaran baru di sekolah, Para siswa mempersiapkan diri mereka untuk kembali belajar dan kembali ke sekolah. Di salah satu SMA, ada seorang siswa baru yang sangat ingin masuk ke IPA, dan menjadi salah satu yang terpintar di kelasnya. Siswa ini berpikir bahwa di bangku SMA, ia akan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki nilai-nilainya yang selalu dibawah 7, bahkan seringkali merah ketika ia duduk di bangku SMP.

 

Walaupun memiliki keyakinan untuk menjadi lebih baik, siswa ini tetaplah bermain-main dan tidak serius memerhatikan pelajaran di kelas, ia mengobrol dengan temannya dan hanya bersenang-senang tanpa memiliki tujuan dan masa depan yang jelas. Singkat cerita, ia akhirnya pasrah dan masuk ke IPS tanpa penyesalan sama sekali. Ia begitu mudah melepaskan targetnya, dan sejujurnya itu terdengar menyedihkan.

 

Sebelum ia masuk kelas 2, ia mendengar bahwa kelas yang akan ditempatinya adalah kelas yang mayoritas berisi anak-anak yang nyaris tidak naik kelas, bahkan nilainya di katrol oleh para guru. entah itu benar atau tidak, anak itu percaya dan dia menjadi down. Ia merasa terpuruk, dan merasa gagal. Kemudian, di tengah kegelapan yang ia rasakan, ia bercerita ke salah seorang temannya. Temannya menghibur dan memberi dia sebuah nasehat yang sangat bagus, yaitu

 

“Jika menurutmu anggapan orang lain salah, maka buktikan, tunjukan, atau ciptakanlah kebenaran yang kamu inginkan”

 

Setelah mendengar hal itu, siswa itu sadar bahwa selama ini ia memiliki potensi untuk menjadi lebih baik, hanya saja ia mematikan potensi dirinya sendiri. Ia kemudian mencoba memerhatikan guru di kelas, belajar lebih giat, bahkan tidur di pagi hari ketika akan menghadapi ujian kenaikan kelas. ya, saat itu dunianya berubah. nilai rata-ratanya semakin membaik hingga ia lulus kelas 3, walaupun nilai rata-rata yang siswa itu dapat tidak pernah menyentuh angka 8.

 

Sayangnya, ketika siswa ini mulai memperbaiki nilainya, ia merasa bahwa belajar adalah kegiatan yang mudah. Ia mulai meremehkan hal tersebut dan menggampangkan segala sesuatunya. Ia memiliki target untuk masuk ke salah satu universitas negeri, tetapi karena ia meremehkan, ia tidak pernah belajar untuk bersiap-siap menempuh ujian. Ia hanya yakin bahwa ia akan lulus. akhirnya, ia gagal masuk ke universitas yang ia inginkan. ia masuk ke salah satu universitas swasta, dan belajar disana.

 
kira-kira, apa yang bisa kita petik dari cerita diatas?

 

1. Milikilah Tujuan yang Jelas
Bayangkanlah anda sedang naik ke suatu taksi. Ketika anda sudah didalam, si supir bertanya pada anda “mau kemana?”, lalu anda menjawab “tidak tahu pak”. Oke, kira-kira apa yang akan terjadi? mungkin sang supir akan marah kepada anda, menyuruh anda turun, menendang anda keluar atau jika supir ini sedikit pintar ia akan mengajak anda berputar-putar dan akhirnya anda diturunkan, dan disuruh membayar argonya.

Kehidupanpun seperti itu, jika kita tidak memiliki tujuan yang jelas maka yang terjadi adalah ketidakpastian, ketidakpastian akan membuat anda hidup apa adanya dan mungkin tidak mencapai apapun. ketahuilah tujuan anda sekarang, dan segeralah berangkat menuju kesana!

2. Take Action
Mungkin banyak dari kita yang hanya berangan-angan, sama seperti cerita diatas. awalnya siswa tersebut hanya memiliki angan-angan kosong. itu tidak terwujud karena ia tidak pernah bertindak. bertindaklah kearah tujuan anda sekarang sebab keajaiban-keajaiban kecil hanya terjadi pada orang yang mau berusaha. Tuhan adil, ia memberikan apa yang kita minta sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Ia menaruh peluang dimana-mana, dan hanya orang yang aktiflah yang bisa mengambilnya.

 

 

3. Kekuatan Momentum
Pernahkah teman-teman menarik sebuah pesawat terbang? kemungkinan besar jawabannya tidak. Ya, itu waktu itu saya pernah menonton acara di salah satu stasiun televisi dimana para pesertanya menarik pesawat terbang. Ketika pesawat mulai ditarik dan bergerak, maka para peserta akan semakin mudah menariknya sebab rodanya telah berputar. namun, jika pesawat itu diberhentikan kemudian mereka disuruh menariknya lagi, pasti akan berat lagi.

 Itulah momentum. sama seperti cerita diatas, si siswa kehilangan momentum sehingga ia gagal masuk PTN, jika saja ia tetap tekun belajar, mungkin saja ia masuk ke PTN. Jadi, pertahankan momentum anda.

 

4. Belajarlah dari kesalahan
Jika seseorang mengatakan kepada kita bahwa ada lubang di depan, akankah kita tetap berjalan dan menginjak lubang tersebut? saya rasa tidak. jadi belajarlah dari pengalaman, mungkin kita pernah gagal, ditolak, dihina, dan lain-lain. namun daripada kita menjadi pesimis, akan lebih baik jika kita semakin termotivasi dan semakin ingin memberikan bukti bahwa kita bisa.

 

5. Impossible = I’m Possible
Ini adalah judul sebuah buku yang saya lihat ketika berkunjung ke salah satu toko buku. sangat menarik bukan?

ya kenyataannya tidak ada yang mustahil untuk kita raih jika kita yakin akan hal tersebut. Tetaplah berdoa, percaya, bekerja keras, dan lakukan yang terbaik. Tuhan pasti akan memberikan kita buah dari kerja kita. Kini impossible = i’m possible

 

 
lalu bagaimana nasib siswa itu sekarang? sebenarnya, siswa itu adalah saya sendiri🙂

saya tidak pernah menyesal karena saya masuk ke universitas swasta sebab saya sadar bahwa itu adalah kesalahan saya, saya mengambil sisi baiknya dan berusaha melakukan yang terbaik. Saya percaya bahwa suatu kegagalan di masa lalu akan terhubung ke kesuksesan besar di masa depan.

 

akhirnya, dengan jujur saya mengatakan bahwa kehidupan saya belum seperti apa yang saya harapkan, masih banyak aspek yang harus dirubah supaya saya bisa menjadi lebih baik. tetapi, saya dengan bangga dan bersyukur mengatakan bahwa di universitas saya, khususnya dikelas saya mungkin tidak ada yang berpikir bahwa saya anak bodoh (gagal)  seperti dahulu. Prestasi akademik sayapun bisa dibilang memuaskan. bagi saya itu adalah sebuah pencapaian yang bagus sebab pencapaian-pencapaian kecil yang banyak, jika digabungkan akan menjadi pencapaian besar.

 

“ketika kita merubah diri kita, maka secara sadar atau tidak, sekeliling kita juga akan berubah”

 

Winners, sebenarnya kita memiliki potensi yang tak terbatas, hanya saja kita yang mematikan potensi tersebut. apa yang saya sharingkan disini bukan untuk menunjukan bahwa saya hebat, tetapi saya ingin mengatakan bahwa

“Jika ada orang yang bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan, maka kita juga bisa”,

selain itu, sebenarnya pelajaran ini bisa digunakan di dalam bidang apapun, baik perkuliahan, sekolah, bisnis, atau apapun juga.

 

jadi, tetapkan tujuan anda sekarang, dan rancang kehidupan yang anda inginkan. sebelum anda menutup artikel ini, mari bersama-sama kita  katakan kata-kata berikut dengan lantang..

“We are the winner”

Semoga terinspirasi, sukses selalu untuk kita
Congrats all😀

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s