Pasar Gula di Indonesia

Dosen : Dr Prihantoro
Mata Pelajaran : Teori Ekonomi
Nama Kelompok : Michael Alexander (24210380) dan Christian Ramos K. ( 21210578)

Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products), bersama beras, jagung dan kedelai. Di Indonesia, gula juga merupakan salah satu komoditi penting dan strategis bagi masyarakat. Pentingnya gula tidak hanya dirasakan bagi konsumen sebagai pengguna akhir namun juga bagi kalangan industri sebagai produsen yang mengolah komoditi gula menjadi produk dengan value added tersendiri.

Seperti yang telah diketahui, produksi gula di dalam negeri makin tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, sehingga sejak awal 1990 impor gula  terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu,  Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah untuk menjaga kestabilan harga gula. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah di akhir tahun 2009 dan di awal tahun 2010 adalah dengan melakukan impor gula. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa upaya pemerintah ini sia-sia. Harga gula tetap saja tinggi bahkan terus meningkat. Anehnya lagi di saat musim giling tiba harga gula pun tidak tertekan untuk turun.

Impor gula tidak semata-mata dilakukan untuk menekan harga gula di saat tidak musim giling tetapi juga terutama untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Produksi gula domestik mengalami berbagai permasalahan terkait dengan produktivitasnya yang rendah serta belum tercapainya skala ekonomis dari setiap pabrik gula.

Berikut jenis-jenis gula yang dilihat dari keputihannya melalui standar ICUMSA (International Commission for Uniform Methods of Sugar Analysis):

1. Raw Sugar

Raw Sugar adalah gula mentah berbentuk kristal berwarna kecoklatan dengan bahan baku dari tebu. Untuk mengasilkan raw sugar perlu dilakukan proses seperti berikut : Tebu -> Giling -> Nira ->Penguapan -> Kristal Merah (raw sugar). Raw Sugar ini memiliki nilai ICUMSA sekitar 600 – 1200 IU5. Gula tipe ini adalah produksi gula “setengah jadi” dari pabrik-pabrik penggilingan tebu yang tidak mempunyai unit pemutihan yang biasanya jenis gula inilah yang banyak diimpor untuk kemudian diolah menjadi gula kristal putih maupun gula rafinasi.

2.  Refined Sugar/Gula Rafinasi

Refined Sugar atau gula rafinasi merupakan hasil olahan lebih lanjut dari gula mentah atau raw sugar melalui proses Defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. Yang membedakan dalam proses produksi gula rafinasi dan gula kristal putih yaitu gula rafinasi menggunakan proses Carbonasi sedangkan gula kristal putih menggunakan proses sulfitasi.

3. Gula Kristal Putih

Gula kristal putih memiliki nilai ICUMSA antara 250-450 IU. Departemen Perindustrian mengelompokkan gula kristal putih ini menjadi tiga bagian yaitu Gula kristal putih 1 dengan nilai ICUMSA 250, Gula kristal putih 2 dengan nilai ICUMSA 250-350 dan Gula kristal putih 3 dengan nilai ICUMSA 350-4507. Semakin tinggi nilai ICUMSA maka semakin coklat warna dari gula tersebut serta rasanya pun yang semakin manis.

Berikut adalah contoh sampel permintaan dan penawaran gula di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

1. Jawa Timur

Supply dan Demand Gula

Jawa Timur adalah salah satu sentra produsen gula dengan jumlah total produksi 1.100.000 ton, sementara konsumsinya hanya 400.000 ton.

Perkembangan Harga

Selama rentang tahun 2008-2010 ini, harga gula terus mengalami kenaikan. Berikut adalah data harga gula eceran di berberapa pasar di daerah pedesaan Jawa Timur yang diperoleh dari BPS. Selama 2009 harga gula merangkak naik, bahkan pada tahun 2010 ini harga gula di pedesaan Jawa Timur sudah mencapai di harga Rp.10,000/kg.

2. Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan penghasil gula terbesar kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Timur. Beberapa perkebungan gula serta pabrik gula berdiri di daerah ini.

Supply dan Demand Gula

Pasokan gula di Jawa Tengah diperoleh dari PTPN IX, PT RNI, PT IGN, Madu Baru, Kebon Agung dan PT Laju Perdana Indah. Produksi gula rata-rata dari PTPN IX, PT RNI dan Kebon Agung masing-masing melebihi 150,000 ton per tahunnya18. Sementara produksi gula yang dihasilkan oleh PT IGN, Madu Baru dan PT Laju Perdana Indah masingmasing dibawah 50,000 ton per tahun. Kebutuhan gula di Jawa tengah rata-rata sekitar 30,000 ton per bulan (±360,000 ton per tahun). Jika dilihat dari jumlah produksi gula dari pabrik gula di Jawa Tengah, maka kebutuhan gula di daerah tersebut akan terpenuhi seluruhnya. Namun untuk ketahanan pangan, maka impor gula kristal putih khususnya di saat tidak musim giling tetap diperlukan. Kuota impor untuk Jawa Tengah adalah 59,000 ton, namun itupun tidak seluruhnya terealisasi. Masih ada sekitar 10,000 ton yang tersisa sampai awal Mei 2010.

Kembali ke soal harga gula, kita bisa melihat bahwa di pasar global, khusunya Indonesia cenderung tinggi. Fenomena ini, salah satunya dapat dilihat saat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang terus direvisi setiap tahunnya, untuk melindungi petani gula. Maka, berikut beberapa faktor lain yang menyebabkan tingginya harga gula seperti berikut ini.

1. Pasokan berkurang

Di tahun 2009 produksi gula lokal mengalami penurunan, sedangkan jumlah konsumsi meningkat. Di waktu yang sama pun pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melarang impor gula kristal putih. Di tahun 2010 pun target produksi yang semula 2,7 juta ton sepertinya juga meleset hanya menjadi 2,3 juta ton.

2. Harga gula dunia tinggi, dan pernah mencapai $ 800/metrik ton. Sekilas memang sepertinya tidak ada korelasi antara harga lelang dengan harga gula dunia. Namun faktanya hal ini sangat berhubungan. Harga gula dunia sangat berpengaruh pada gula rafinasi. Gula rafinasi ini juga secara tidak langsung sangat mempengaruhi harga gula dalam negeri, karena gula rafinasi ini seringkali merembes ke pasaran gula konsumsi. Begitupun saat harga gula dunia tinggi yang membuat harga gula rafinasi tinggi, banyak industri yang beralih ke gula konsumsi, dan karena itulah harga gula konsumsi menjadi mahal.

3. Tidak akuratnya neraca gula yang dimiliki Pemerintah dimana ekspektasi

pemerintah terlalu optimistis dibandingkan dengan kenyataan di lapangan.
Beberapa Fakta di Lapangan Mengenai Naik dan Turunnya Harga Gula di Indonesia

1. Bulan Agustus 2011

Permintaan gula konsumsi sepanjang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri diperkirakan meningkat 50 ribu ton menjadi 270 ribu ton dibandingkan bulan-bulan normal yang sebesar 220 ribu ton. Hal ini tidak akan menyebabkan harga gula naik tajam karena pasokannya mampu menutup kenaikan permintaan.

2. Bulan September 2011
Pada bulan September, perdagangan di pasar komoditas global dihadapkan pada situasi yang mengkhawatirkan dan cenderung bearish (menurun). Hal ini kemudian juga berdampak pada pergerakan harga gula global. Selanjutnya, harga gula lokalpun melemah, dari kisaran harga 8600an menjadi 8153-8475 per kilogram.

Simpulan

Sebagai salah satu komoditi penting di Indonesia yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi, harga gula cenderung meningkat dartahun ke tahun. Akan tetapi, pada bulan september 2011, harga gula menurun karena pengaruh turunnya harga gula global. Menurut Asosiasi Gula Indonesia, tahun depan, jumlah penawaran gula lokal akan meningkat sekitar 16% karena faktor cuaca, dan lahan yang juga meningkat. Walalupun demikian, patut juga diwaspadai peningkatan impor gula sebesar 42,1% yang akan berpotensi menambah persediaan gula.

Sumber-sumber

www.bni.co.id/portals/o/Document/GULA.pdf
http://www.kppu.go.id/docs/Positioning_Paper/%5B2010%5D%20Position%20Paper%20Industri%20Gula.pdf
http://vibiznews.com/column/commodity/2011/09/25/-gula-kian-pahit-bulan-ini-spekulasi-penurunan-permintaan/

 


2 thoughts on “Pasar Gula di Indonesia

  1. adi June 23, 2012 / 8:20 am

    pak cara memantau harga gula global gimana ya pak? karna saya sangat awam

    • littledream92 July 19, 2012 / 3:31 pm

      Maaf pak saya baru liha komennya. Sejujurnya, saya sendiri masih sangat awam, hanya saja kita bisa memantau harga gula global dengan mengamati produksi gula di dunia setiap tahunnya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s