Resep Sukses Katak

Pada zaman dahulu, ada satu negeri kecil yang indah di dalam hutan. Negeri ini dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun, sungai yang jernih dan pelangi yang berwarna-warni. Dan jika kita memasuki negeri ini, kita bisa mendengar suara kicauan burung yang merdu yang kemudian disusul dengan hembusan angin yang begitu sejuk, dan akhirnya kita bisa melihat berbagai jenis hewan yang hidup dengan damai. Ya, ini adalah negeri hewan.

Suatu hari, Singa sebagai raja hutan ingin mengadakan kompetisi seru  yang melibatkan seluruh warganya. Ia lalu memanggil mentri-mentrinya dan mengadakan sebuah lomba yang belum dikenal di negeri hewan, yaitu panjat pinang. Karena perlombaan ini begitu baru bagi mereka, hampir semua hewan tidak berani mendaftarkan dirinya dan yang mendaftar hanyalah dua ekor katak.

Beberapa hari kemudian, seluruh warga desa telah berkumpul untuk menyaksikan dua ekor katak itu berkompetisi. Mereka begitu antusias karena melihat tiang yang sangat tinggi dengan hadiah-hadiah besar yang tergantung diatasnya. Tetapi, seluruh warga yang menyaksikan lomba ini yakin bahwa tiang setinggi itu sangat mustahil untuk dipanjat.

Lalu, perlombaanpun akan segera dimulai. Wasit mempersilakan kedua ekor katak tersebut masuk dan bersiap-siap. Setelah mereka siap, tanpa berlama-lama lagi, wasit langsung memberikan tanda dimulainya pertandingan dan kedua katak tersebut mulai memanjat.

Setelah mulai memanjat, seluruh warga dapat melihat bahwa kedua katak ini mengalami kesulitan. Merekapun mulai berteriak dan menyuruh kedua katak tersebut berhenti.

“Sudahlah, itu semua percuma. Kalian tidak mugkin bisa melakukan itu,”  teriak monyet.
“Ya, hanya orang bodoh yang mencobanya,” sahut binatang lainnya.

Singkat cerita mereka semua terus berteriak-teriak dan keadaan menjadi ricuh. Perlahan namun pasti, katak pertamapun mulai berpikir. Ia memikirkan kata-kata yang diteriakan oleh hewan lainnya. Selanjutnya, perlahan namun pasti katak pertamapun mulai kehilangan tenaganya. Ia mempertanyakan dirinya, dan akhirnya ia jatuh ke tanah.

Setelah si katak pertama jatuh, sekali lagi seluruh warga meneriakan dengan keras dan menyuruh katak kedua turun.

“Hei bodoh, temanmu ini sudah jatuh. Kau juga cepatlah turun sebelum mengalami hal yang sama,” kata tikus.
“Betul-betul,” teriak seluruh warga.

Walaupun demikian, katak kedua terus memanjat. Para wargapun terus menghina dan mengejek si katak. Tetap semakin lama, bukannya jatuh malahan katak kedua semakin tinggi dan hampir sampai ke tempat dimana hadiah-hadiah tersebut digantungkan. Seketika itu juga, para warga yang tadinya mengejek si katak mulai berubah. Mereka menyemangati si katak kedua agar ia benar-benar sampai keatas. Seluruh hinaan yang sebelumnya disampaikan kini berubah menjadi kata-kata pujian dan penyemangat. Akhirnya, katak keduapun sampai di puncak dan mengambil hadiah besarnya. Spontan, seluruh warga bertepuk tangan dan bahkan sebagian dari mereka menitikkan air mata.

Setelah katak kedua turun dari atas sambil memegang hadiah, para warga langsung menghampiri dan memujinya. Ia kemudian langsung diwawancarai oleh salah satu majalah terkenal di negeri binatang.

“Selamat pak katak, kira-kira apakah resep sukses Anda?” kata si reporter sambil tersenyum

Si katakpun hanya diam dan tersenyum. Karena suasana begitu ramai, reporter ini mengulangi pertanyaannya sekali lagi. Namun, si katak tetap diam dan tersenyum seakan-akan tidak mendengar pertanyaan si reporter, reporter ini langsung mendekatinya dengan penasaran dan menyadarkan si katak bahwa ia sedang bertanya. Sadar akan hal itu, si katak mulai berbicara.

“Maaf pak, saya pikir bapak sedang mengucapkan selamat kepada saya sehingga saya hanya tersenyum. Sejak lahir saya tidak bisa mendengar, akan tetapi saya yakin bahwa jika kita memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu dan berusaha sekuat tenaga, maka kita akan mendapatkan apa yang kita mau” kata si katak.

Mendengar hal tersebut, semua warga menjadi kaget. Mereka tidak menyangka bahwa katak kedua itu tuli. Kini, seluruh warga telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dan mereka semua tahu persis apa resep sukses si katak.

Teman-teman yang luar biasa, seringkali ketika kita memperjuangkan mimpi kita, kita dihina dan diragukan oleh orang lain. Mereka mengatakan bahwa apa yang kita perjuangkan adalah mustahil dan sia-sia. Saat kita ingin menjadi seorang pialang sukses di pasar modal, mungkin sebagian orang akan mengatakan bahwa kita adalah penjudi. Saat kita ingin menjadi public speaker, kemudian kita ditertawakan karena kita mempresentasikan suatu materi dengan grogi. Kemudian, saat kita memiliki mimpi untuk memiliki penghasilan milyaran rupiah perbulan, sebagian orang akan mengatakan agar kita tidak bermimpi terlalu tinggi. Ya, semuanya seakan-akan salah dan tidak ada yang benar.

Namun saat ini, marilah kita belajar kepada si katak kedua. Ia sama sekali tidak meragukan kemampuan dirinya dan ia tidak mendengarkan kata-kata negatif orang lain. Ia tetap melangkah dengan yakin dan akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Sesungguhnya, kemampuan sejati kita tidak ditentukan oleh orang lain, tetapi oleh diri kita sendiri. Jangan pernah membiarkan orang lain mencuri mimpi kita. Berpikirlah secara positif bahwa ketika mereka meremehkan kita, disaat yang sama, kita telah kehilangan satu kompetitor. Tentunya, hal ini akan membuat kita semakin semangat bukan?

Orang-orang yang hobi mencuri mimpi hanya tidak bisa melihat apa yang kita lihat, jadi tutuplah telinga kita rapat-rapat terhadap kata-kata yang negatif dan jadikanlah itu sebagai bahan bakar untuk terus maju dengan iman. Percaya atau tidak, Tuhan akan membantu orang-orang yang mengimani mimpinya dan terus berjuang keras. Ia akan membantu kita dan akhirnya cepat atau lambat, kita akan membuat mimpi kita jadi kenyataan. Jadi mulai sekarang, biarkanlah orang-orang tersebut dan buktikanlah bahwa kita PASTI BISA.

Demikian dari saya, pasti bermanfaat

See you at the top

Follow me : @michael_alexx

The Free Dictionary: The active, male cosmic principle in Chinese dualistic philosophy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s